Makalah Strategi Meningkatkan Mutu Siaran Acara Religi Pagi di Programa 1 LPP RRI Medan

 

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah segala puji, kehormatan yang tinggi, keberkahan, kerahmatan, kebaikan, dan kesucian ini hanya milik Allah SWT sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Atas petunjuk-Nya pula sehingga berbagai pihak berkenan memberikan bantuan, dukungan dan kemudahan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan menghaturkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang sudah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Akhirnya dengan mengucapkan syukur alhamdulillah makalah ini bisa tersusun. Tiada kata yang bisa saya ucapkan selain kata syukur, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua. Aamiin.

 

 

Medan, 12 Desember 2022

 

Asyifah Nur Istyanti, S.Ag.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR HALAMAN

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR HALAMAN.. ii

BAB I  PENDAHULUAN.. 1

1.1      Pendahuluan. 1

1.2      Latar Belakang. 1

1.3      Rumusan Masalah. 2

BAB II  PEMBAHASAN.. 1

BAB III  PENUTUP.. 10

3.1     Kesimpulan. 10

3.2     Saran. 11

KATA PENUTUP.. 13

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Pendahuluan

Makalah ini berjudul “Strategi Meningkatkan Mutu Siaran Acara Religi Pagi di Programa 1 LPP RRI Medan”. Alasan dipilih judul makalah ini  dengan berbagai alasan, salah satunya karena RRI sebagai radio tertua yang ada di Indonesia, sebagai radio yang paling tua RRI tetap berusaha mempertahankan mutu programanya agar tetap bisa dinikmati oleh pendengar.

1.2  Latar Belakang

Menurut survey AC Nielsen tahun 2020 acara keagamaan di RRI termasuk acara yang paling banyak pendengarnya. RRI sendiri mempunyai 4 program siaran yang masing-masing programa memiliki program siaran yang berbeda-beda.

Untuk programa I klasifikasi siarannya berupa siaran hiburan, berita, iklan dan pendidikan. Sedangkan siaran agama termasuk dalam program siaran pendidikan. Dalam hal siaran agama RRI programa I menyiarkan semua agama yang ada dan diakui di Indonesia, yang menjadi fokus dalam makalah ini adalah program siaran agama Islam terutama siaran religi pagi, bagaimana strategi yang dilakukan oleh RRI dalam mempertahankan program siarannya. Religi Pagi sudah berjalan kurang lebih 6  tahun secara live sangat tergantung dengan 1 orang. Jika narasumber berhalangan maka acara tidak dapat berjalan. Dengan cara menyiarkan program-program siaran yang bervariasi dan bermutu agar tidak menyebabkan kebosanan bagi pendengar.

Secara keseluruhan program-program yang disiarkan sudah bisa dikatakan layak, karena program-program yang disiarkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan pendengar sehari-hari walaupun dalam hal ini pihak RRI tidak melakukan penelitian secara mendalam tentang kegiatan pendengar sehari-hari.

Untuk itu tahun 2022 direncanakan dengan 2 atau 3 narasumber (ustadz) selain untuk mengatasi kendala narasumber juga untuk lebih memberikan variasi model penyampaian narasumber yang berbeda mengingat rentang usia pendengar Programa 1 sangat luas dengan rentang usia 5 – 55 tahun. Diharapkan dengan perencanaan Religi Pagi dengan model baru ditahun 2022 dapat mewakili ragam usia dan karakter pendengar Programa 1. Namun program-program yang disajikan sudah dikemas dengan format yang berbeda-beda dengan pemilihan waktu dan jadwal yang disesuaikan dengan pendengar, sehingga untuk format acara sudah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan masih perlu adanya pembenahan dalam program siaran religi pagi.

1.3  Rumusan Masalah

Saat ini orang dengan mudah mendapatkan informasi dan ceramah melalui youtube, tetapi penonton tidak bisa langsung berinteraksi dengan ustadz karena itu perlu dikembangkan dengan menggunakan media sosial seperti chat dan media sosial lainnya. Radio merupakan media yang memiliki peranan penting dalam menyampaikan informasi, baik bersifat hiburan, iklan, berita maupun pendidikan. Mengingat radio adalah media komunikasi yang memiliki keunggulan dibanding media komunikasi yang lain, yaitu hanya membutuhkan kemampuan mendengar bagi khalayak yang ingin mengaksesnya. Sehingga seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak sampai orang dewasa tidak asing lagi dengan media radio.

 

 


BAB II

PEMBAHASAN

 

Mengingat keunggulan radio yang diantaranya bisa dibawa kemana mana, lebih murah dibandingkan dengan media yang lain, bisa dinikmati sambil beraktivitas, membuat radio lebih disukai dibanding media yang lain, apalagi dengan adanya aplikasi RRI Play Go sangat efisien dimanapun bisa mendengarkan siaran RRI. Di tengah ketatnya persaingan industri media, isu kualitas program menjadi semakin mengemuka, karena kualitas dipandang sebagai syarat penting untuk memenangkan persaingan tersebut dalam memperebutkan konsumen. Karenanya pengelola stasiun radio berusaha untuk mengembangkan kebijakan bersaing dengan menarget kelompok pendengar yang lebih spesifik.

Dengan berorientasi pada celah-celah pendengar tertentu, aktifitas dalam perencanaan program (programming) menjadi lebih efisien dan efektif karena target pendengar menjadi lebih jelas dan spesifik. Hal ini kemudian dituangkan dalam format radio yang akan memberikan arah bagi aktifitas programming untuk memenuhi kebutuhan target pendengar terhadap jenis program tertentu yang diinginkan. Terkait dengan hal tersebut maka stasiun radio membuat program-program yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan audiens, tidak terkecuali yang dilakukan RRI Programa I.

Untuk itu dibutuhkan strategi programming pada stasiun radio untuk menentukan program-program yang sesuai atau menarik untuk target audiensnya. Programming dapat di awali dengan melakukan penelitian dan pemilihan materi program yang memenuhi selera pasar dan khalayak sasaran yang diinginkan. Minat dan kebutuhan audiens memegang peranan penting dalam penyusunan program. Secara kualitatif, sebuah radio yang baik akan mampu menghasilkan program siaran yang sesuai dengan kebutuhan khalayak sasaran. Pada dasa warsa pembangunan pertama terjadi banyak perubahan, baik masyarakat maupun dalam sistem pengelolaan media massa. RRI tidak lagi menjadi aktor tunggal tanpa saingan dalam dunia komunikasi melalui media elektronik, karena semakin bermunculan radio siaran swasta maupun televisi.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan kiprah RRI dalam pembangunan nasional hingga sekarang. Dengan program-program yang disajikan RRI khusus untuk siaran agama karena Medan banyak beragam agama sehingga hampir semua agama diberikan waktu untuk mengisi, diantaranya  Agama Islam, Katholik, Advent, Protestan, Kong Hu Cu, Budha, Hindu, siaran pendidikan, seni dan budaya, musik dan hiburan, berita dan lain-lain. Dengan berbagai program yang disajikan RRI mencoba untuk tetap eksis di media penyiaran, ditengah-tengah persaingan yang begitu ketat, dengan cara terus memperbaiki mutu program agar tetap diminati oleh masyarakat. Dalam melakukan penyiaran baik berupa siaran hiburan, informasi, dan pendidikan tidak memihak kepada salah satu golongan, baik suku, ras, budaya, maupun agama.

Karena RRI adalah radio milik bangsa, oleh karena itu dalam proses siarannya RRI Programa I selalu menjunjung tinggi nilai keadilan dan toleransi terhadap berbagai unsur bangsa di Indonesia. Dalam melakukan siarannya, RRI mengemas dengan berbagai format acara dengan tujuan agar pendengar tidak merasa bosan untuk tetap mendengarkan program-program yang disajikan.

Khusus untuk siaran agama Islam, RRI tidak hanya mengemas dalam bentuk ceramah-ceramah agama saja, tetapi juga diselingi dengan acara keagamaan yang disiarkan secara langsung seperti sholat Jum’at dan peringatan hari-hari besar agama. Selain itu RRI Programa I juga menampilkan format acara berbentuk seni dan kreatifitas agama. Setiap hari dibuka dengan Religi Pagi, One Day One Ayat menjelang magrib, kemudian malam hari ada acara Mimbar Agama. Programming dapat dipahami baik sebagai aktivitas, maupun sebagai hasil dari suatu aktivitas. Sebagai hasil dari suatu aktivitas, programming adalah konsekuensi dari aktivitas pemrograman itu sendiri.

Aktivitas dakwah biasanya dilakukan dalam bentuk face to face dan melalui penggunaan media massa. Teknologi yang apabila didayagunakan tentu akan mampu memberikan pengaruh yang besar dalam penyebarluasan dakwah. Misalnya saja contoh kasus yang selama ini sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, seorang dai yang memiliki banyak jam terbang, hari ini mengisi ceramah di Kabupaten Langkat, sedang sorenya iapun harus mengisi ceramah di masjid kabupaten lain tentu akan mengurangi keefektifan dai tersebut. Mungkin saja materi yang akan disampaikan tidak akan maksimal karena rasa lelah di perjalanan masih terasa, atau bahkan mengakibatkan sang dai jatuh sakit dikarenakan kelelahan dan seringnya yang terjadi banyak dai yang tidak tepat waktu dalam menghadiri undangan ceramahnya karena di perjalanan sedang macet dan sebagainya. Maka dari itu, era globalisasi informasi menciptakan tuntutan bagi manusia terhadap agama itu sendiri.

Zaman semakin menuntut agama untuk melakukan adaptasi, yang berarti para dai harus mengaktualisasikan ajaran agama Islam kedalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Dewasa ini dakwah telah dipraktekkan dalam berbagai aktifitas manusia misalnya di bidang sosial, ekonomi, politik bahkan teknologi. Hal ini menandakan bahwa manajemen strategi dalam menyiarkan dakwah menjadi semakin berkembang dan ini memang sewajarnya haruslah diterapkan demi tercapainya cita-cita dakwah umat Islam yang dulu pertama kali disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dengan berhasilnya dakwah menyentuh semua bidang itu menandakan bahwa dakwah itu bukanlah hanya dari mimbar ke mimbar saja. Dengan semakin luasnya medan itu berarti semakin membutuhkan banyak sosok dai yang nantinya akan berperan di dalamnya. Setiap media baik cetak maupun elektronik harus memiliki ciri khas dan khalayak termasuk bagi medium radio. Dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar dengan metode yang tepat akan menghantarkan dan menyajikan ajaran Islam dengan sempurna.

Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan dakwah yang terlihat dari eksistensinya mengisi diberbagai layar kaca dan radio menandakan bahwa event dakwah itu sendiri sudah bukan hal yang asing di telinga masyarakat, sehingga dengan itu bukan hal yang tidak mungkin jika berbagai organisasi Islam memperebutkan calon mad’u nantinya.

Oleh karena itu dalam menyiarkan dakwah haruslah menggunakan strategi yang baik agar dapat menghasilkan konsep yang menarik sehingga dapat meningkatkan mutu materi dakwahnya dan mampu menarik minat banyak penonton atau pendengar. Terkhusus dari medium radio itu sendiri, agar mampu meningkatkan mutu dan menarik banyak peminat, maka kreatifitas dalam memperdengarkan dakwah tentu diperlukan, seperti diselingi dengan musik religi, kisah sahabat Nabi dan sebagainya. Namun tidak pula terlalu membuat pendengar menjadi lebih bosan dikarenakan event keagamaan yang terlalu mendominasi.

Maka dari itu diperlukan keseimbangan antara dakwah dan hiburan dan tidak juga berat pada salah satunya. Inilah sebabnya manajemen strategi harus diterapkan dalam setiap lembaga khususnya dalam hal ini adalah lembaga penyiaran dakwah. Oleh karena itu, metode dakwah melalui radio ini telah banyak digunakan oleh berbagai lembaga penyiaran. Dari berbagai lembaga penyiaran itu tidak sedikit pula yang berguguran. Tidak banyak radio siaran keagamaan yang bertahan hingga saat sekarang, mungkin karena persaingan antar radio yang semakin banyak ataukah kurangnya minat para pendengar akan siaran keagamaan dikarenakan mutu siarannya yang tidak sesuai keinginan para pendengar. Maka dari itu penerapan standar mutu dalam suatu lembaga penyiaran sangatlah menentukan kualitas siaran dari lembaga tersebut. Dengan adanya standar mutu, para dai akan lebih terarah dalam merumuskan format siaran keagamaannya.

Berdasarkan teori manajemen penyiaran keagamaan, salah satu bentuk penerapan standar mutu pada lembaga penyiaran yaitu dengan dilakukannya riset sebelum merumuskan suatu program yang akan disiarkan. Riset dilakukan guna mengetahui hal-hal yang menjadi kebutuhan dan minat mad’u, baik itu riset rating ataupun riset non-rating. Dapat disimpulkan bahwa manajemen strategi dakwah dalam penyiaran ialah suatu seni dalam menyelesaikan kegiatan dakwah, yakni upaya mengajak manusia ke jalan Allah yang teraktualisasikan dalam bentuk kemaslahatan dan pencegahan kemunkaran melalui dunia penyiaran yang berdasarkan atas kiat, cara serta taktik dengan tujuan yang jelas dan dicapai dengan menggunakan sumber-sumber tenaga manusia dan bukan tenaga manusia, dalam hal ini Radio Syiar untuk merencanakan, menganggarkan, mengorganisasikan, mengarahkan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi siaran-siaran dan program-program dari radio tersebut untuk mencapai tujuan keseluruhan organisasi secara efisien dan efektif.

Dengan kata lain adanya format siaran yang baik dalam suatu lembaga penyiaran berarti terdapat manajemen yang baik pula dalam lembaga penyiaran tersebut. Ada beberapa bagian manajemen dalam stasiun radio diantaranya :

a.     Pengorganisasian siaran radio.

b.     Rapat umum pemegang saham (RUPS). RUPS merupakan organ perseroan yang memiliki kedudukan tertinggi dalam menentukan arah dan tujuan perseroan. Adapun wewenang RUPS meliputi penetapan dan perubahan anggaran dasar perseroan, penetapan dan pengurangan modal, pemeriksaan dan persetujuan serta pengesahan laporan tahunan, penetapan penggunaan laba, pengangkatan dan pemberhentian direksi dan dewan komisaris, penetapan mengenai penggabungan dan peleburan serta pengambilalihan perseroan, dan penetapan pembubaran perseroan.

c.     Komisaris merupakan organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus sesuai anggaran dasar perseroan, serta memberikan nasihat kepada direksi.

d.     Direksi merupakan pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab penuh atas seluruh kegiatan yang terkait dengan upaya pencapaian tujuan dalam sebuah perseroan terbatas khususnya dalam menetapkan sasaran pemasaran dan mengendalikan pengeluaran.

e.     Manajer operasinal siaran, bertanggung jawab atas segala hal terkait pelaksanaan siaran.

f.      Manajer marketing dan customer care, bertanggung jawab untuk menjual produk radio tersebut agar dapat mendatangkan penghasilan bagi perusahaan.

g.     Manajer dukungan manajemen, memiliki peranan yang signifikan dalam pengorganisasian sebuah stasiun radio, serta berperan sebagai tim yang senantiasa mendukung kinerja keseluruhan departemen.

h.     Manajer off-air adalah divisi yang secara khusus menangani kegiatan promo melalui penyelenggaraan beragam event dan dilakukan secara off-air atau di luar program siaran on-air harian.

Format dalam program radio adalah kemasan yang mengemas program pagi, siang, sore, malam dan dini hari. Kesemuanya diformulasikan dalam rencana siaran mingguan, bulanan dan tahunan. Kemasan ini menjadi ciri dari sebuah stasiun radio yang dapat dilihat dari siaran kata atau musik. Penyelenggaraan siaran harus dapat melihat dan mengambil peluangpeluang yang memungkinkan suatu format berkembang.

Kesalahan menetapkan format dapat berakibat fatal. Sederhananya, format dapat dibentuk melalui musik, artinya warna musik tertentu menjadi ciri dari sebuah stasiun radio. Misalnya Radio Elshinta, pendengar akan mudah mengenali stasiun ini tanpa harus melihat gelombang. Hanya dengan mendengar musik-musik Jazzy yang disajikan radio ini.

Format radio dapat menentukan khalayaknya (siapa pendengar radio yang bersangkutan). Format tersebut dijabarkan dalam program-program. Selanjutnya tersebar ke siaran mingguan, bulanan, dan tahunan. Penentuan format program siaran didasari pada segmen khalayak. Dengan sasaran yang jelas dan tajam memungkinkan acara lebih terarah dan menarik, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Kesimpulannya, setiap radio harus mempunyai format yang jelas. Format ini dapat menjadi ciri dari stasiun radio yang bersangkutan sehingga setiap pendengar mampu mengenali suatu stasiun radio hanya dengan mendengar musik khas sebagai format khusus dari radio tersebut. Berbeda siaran radio juga akan sangat memungkinkan memiliki mekanisme siaran yang berbeda. Namun pada dasarnya setiap stasiun radio mengacu pada prinsip yang sama, yaitu menyampaikan informasi yang didapat dari lapangan ke ruang dengar audiens. Tahap mekanisme siaran terdiri dari perencanaan siaran, pelaksanaan siaran, dan pengendalian mutu siaran. Perencanaan siaran digambarkan sebagai berikut :

a.     Program Director menyusun rundown program acara, yaitu menyususn setiap slot waktu dengan elemen-elemen program acara. Kemudian mendistribusikan rundown program acara tersebut kepada music director, redaksi, produksi dan traffic.

b.     Music Director, redaksi, produksi dan traffic membuat dan mengarsipkan elemen-elemen program acara (materi siaran). Kemudian masing-masing materi siaran dijadwalkan sesuai slot waktu yang telah ditentukan.

c.     Approval rundown acara. Ini adalah proses pemeriksaan untuk memastikan bahwa program acara telah siap dengan materi siaran dan layak untuk disiarkan.

d.     Pra-Siaran. Tahapan persiapan yang dilakukan oleh penyiar sebelum melakukan tugas siaran.

Setelah melalui tahapan perencanaan siaran, maka tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan siaran. Pada tahapan ini seluruh elemen-elemen program acara siap dieksekusi dan disajikan ke ruang dengar audiens. Tahapan terakhir setelah program siaran selesai dilaksanakan adalah tahap pengendalian mutu siaran. Untuk mengendalikan mutu siaran, akan dilakukan kegiatan pemantauan, pencatatan dan evaluasi. Kemudian menindak lanjuti hasil evaluasi agar standar mutu siaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Pengendalian mutu siaran dilakukan terhadap semua elemen yang terlibat dalam program acara dan dilakukan secara berkala harian, mingguan dan bulanan. Mutu merupakan baik buruk suatu benda, kadar, taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dan sebagainya). Jika dikaitkan dengan mutu siaran dapat diartikan sebagai penetapan baik buruknya suatu siaran dari lembaga penyiaran berdasarkan taraf atau derajat kualitas siarannya.

Ditarik kesimpulan bahwa standar mutu siaran ialah adanya persyaratan yang biasanya berupa dokumen formal yang menciptakan kriteria terhadap penetapan baik buruknya suatu siaran dari lembaga penyiaran berdasarkan taraf atau derajat kualitas siarannya.

Terdapat dua langkah pokok dalam proses pengawasan yang harus dilaksanakan sehingga fungsi pengawasan berjalan dengan efektif dengan hasil optimal dalam suatu media penyiaran :

a.     Penetapan Standar Mutu Program

Dalam tahapan ini ditentukan standar-standar kualitas sebuah program yang selanjutnya digunakan untuk menilai hasil pelaksanaan perencanaan program. Keputusan standar mutu diputuskan oleh manajemen berdasarkan informasi tentang kebutuhan konsumen yang diperoleh melaui riset dan dipadukan dengan data kemampuan serta keterbatasan perusahaan.

b.     Evaluasi Program

Merupakan upaya untuk mengukur/menilai sampai dimana program yang disiarkan telah berhasil mencapai tujuan. Dari uraian mengenai umpan balik tersirat bahwa umpan balik/respon yang diterima dari khalayak juga berfungsi sebagai bahan evaluasi terhadap program yang disiarkan. Adapun tujuan dari evaluasi tersebut adalah untuk kebanggaan, dalam arti kita telah melakukan sesuatu yang berharga, memperoleh informasi Evaluasi sebuah program radio dapat dilakukan secara kontinyu dan teratur minimal enam bulan sekali. Hal ini untuk menjaga kedekatan dengan dinamika keinginan pendengar dalam menghadapi kompetisi program siaran antara stasiun yang sudah semakin sengit. Evaluasi dapat dilakukan melalui laporan tertulis dari produser atau presenter tentang kendala yang dihadapi, featback pendengar saat acara berlangsung, inspeksi secara langsung saat disiarkan program, mendengarkan rekaman program setelah disiarkan program, atau dapat jug melaui analisis pencapaian rating hingga focus group discussion. berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan program, memfokuskan usahausaha yang dilakukan, memberi kesempataan belajar tentang sasaran pelaksanaan. Mengevaluasi suatu program siaran merupakan upaya yang objektif untuk mengukur sampai dimana keefektifan program yang disiarkan. Dengan evaluasi, kita dapat mengetahui dimana kegagalan dan keberhasilan kita serta dapat menentukan langkah lebih lanjut dalam menyempurnakannya.

Ditinjau dari segi teoritis, siaran keagamaan merupakan program dari media penyiaran yang terkhusus menyiarkan siaran keagamaan yang bertujuan untuk lebih mendekatkan para pendengarnya kepada Allah swt.  Sebelum lebih jauh membahas mengenai siaran keagamaan, terlebih dahulu perlu kita ketahui mengenai pedoman perilaku penyiaran. Adapun dijelaskan dalam UU Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 BAB V pasal 48 tentang pedoman perilaku penyiaran bahwa :

1.              Pedoman perilaku penyiaran bagi penyelenggaraan siaran ditetapkan oleh KPI.

2.              Pedoman perilaku penyiaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun dan bersumber pada :

a)     Nilai-nilai agama, moral dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

b)    Norma-norma lain yang berlaku dan diterima oleh masyarakat umum dan lembaga penyiaran.

3.              KPI wajib menerbitkan dan mensosialisasikan pedoman perilaku penyiaran kepada Lembaga Penyiaran dan masyarakat umum.

4.              Pedoman perilaku penyiaran menentukan standar isi siaran yang sekurang-kurangnya berkaitan dengan :

a)     Rasa hormat terhadap pandangan keagamaan,

b)    rasa hormat terhadap hal pribadi,

c)     kesopanan dan kesusilaan,

d)    pembatasan adegan seks, kekerasan dan sadisme,

e)     perlindungan teerhadap anak-anak, remaja dan perempuan,

f)     penyiaran program dalam bahasa asing,

g)    ketepatan dan kenetralan program berita,

h)    siaran langsung dan

i)      siaran iklan.

5.              KPI memfasilitasi pembentukan kode etik penyiaran. Dalam beberapa poin di atas disebutkan agar setiap lembaga penyiaran untuk tetap berlandaskan kepada nilai-nilai agama dan moral dalam membuat program yang disiarkan. Terkhusus mengenai lembaga penyiaran keagamaan, tentu nilai agama dan moral jelas tidak dilupakan dalam setiap perumusan programnya, maka dari itu pada pembahasan ini dibahas pula beberapa tinjauan Berdasarkan peraturan Komisi Penyiaran Indonesia No.03 Pasal 18 Tahun 2007 mengenai standar program siaran agama disebutkan beberapa standar kelulusan disiarkannnya suatu program agama jika memenuhi syarat sebagai berikut :

a)     Lembaga penyiaran dilarang menyiarkan program yang mengandung serangan, penghinaan ataun pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan keagamaan tertentu.

b)    Siaran agama harus menghargai etika hubungan antar agama.

c)     Kontroversi mengenai pandangan atau faham dalam agama tertentu harus disajikan secara berimbang oleh lembaga penyiaran.

d)    Lembaga penyiaran tidak menyajikan program berisi penyebaran ajaran dari suatu sekte, kelompok atau praktek agama tertentu yang dinyatakan secara resmi oleh pihak berwenang sebagai kelompok yang dilarang.

e)     Lembaga penyiaran tidak menyajikan program berisikan perbandingan antaa agama.

f)     Lembaga penyiaran tidak boleh menyajikan informasi tentang perpindahan agama seeorang atau sekelompok orang secara rinci dan berlebihan, terutama menyangkut alasan perpindahan agama.

Tujuan Siaran Keagamaan, adapun beberapa tujuan tersebut diantaranya :

a)     Penambah pengetahuan pendengar, yaitu terbentuknya pribadi Muslim yang taat, berperilaku sesuai dengan hukum-hukum Allah swt. dan berakhlak karimah.

b)    Bertujuan untuk terbentuknya keluarga bahagia, penuh ketentraman dan cinta kasih antara anggota keluarga.

c)     Bertujuan untuk membentuk masyarakat sejahtera yang penuh dengan suasana keislaman.

d)    Membentuk masyarakat dunia yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan dengan tegaknya keadilan, persamaan hak dan kewajiban, tidak adanya diskriminasi dan eksploitasi dan saling tolong menolong dan menghormati.

Berikut penjelasan tentang acara Religi pagi di programa 1 dimulai bulan Agustus tahun 2016 dengan nama acara Inspirasi Pagi 94.3 Mhz. diisi oleh Ustadz M. Sholihul Amri, acara live dari Masjid Al Muttaqin di Kompleks Eks. Linud 100 Medan Sunggal setiap hari sesudah melaksanakan solat subuh dengan mengajak pendengar bergabung melalui telepon, SMS dan WA, dengan topik yang berganti setiap hari.

Alhamdulillah antusias dari pendengar banyak dan mendapat perhatian khusus sehingga menjadi acara unggulan. Seiring berjalannya waktu dan ingin ada perubahan tepatnya bulan Juni 2021 Religi Pagi diisi oleh ustadz M. Fadli Sudiro, MSQ. Acara tetap secara live melalui telepon, dengan membahas berbagai topik yang beragam. Setiap hari mendapatkan respon dari pendengar melalui telepon, SMS dan WA, dengan durasi siaran kurang lebih 30 menit.


BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Radio Republik Indonesia sebagai radio publik milik bangsa, dapat disimpulkan bahwasanya strategi yang telah diterapkan dalam program siaran khususnya Religi Pagi bukanlah strategi yang asal-asalan melainkan dengan menggunakan kriteria strategi programming menurut Sydney W. Head. 

Strategi  programming  di  RRI  Programa  I  khususnya  untuk  program  Religi Pagi  merupakan program yang menjadi fokus dalam makalah  ini adalah : Compatibility  (kesesuaian),  yaitu  program  siaran  Religi Pagi yang disiarkan  bertepatan  dengan  waktu  yang  sesuai  dengan  kegiatan  target  audiens. 

Walaupun  dalam  hal  ini  RRI  Programa  I  tidak  melakukan  riset  audiens  sebelum  program  berlangsung,  namun  RRI  punya  cara  sendiri  untuk  membuat  program  agar  sesuai  dengan  audiens  yaitu  dengan  melakukan  riset  audiens  melalui  line  telepon, SMS dan juga WA ke  pendengar  RRI. 

Namun  demikian program-program siaran agama Islam yang disajikan tersebut mampu  menempatkan  pada  posisi  yang  tepat  sesuai  waktu  luang  audiensnya.  Selain itu program-program yang disajikan berusaha menumbuhkan kebiasaan audiensnya untuk mendengarkan program (habit formation) dengan pembuatan flyer yang dishare melalui medsos Programa 1 LPP RRI Medan .

Hal ini menjadikan pendengar menjadi fanatik dan loyal terhadap program-program yang disajikan. Program Religi Pagi  yang  disiarkan  tersebut  juga  menjaga   jumlah  audiens  yang  dimiliki  (control  of  audience  flow)  dengan  menetapkan   standar mutu sehingga program yang disiarkan terjamin kualitasnya.

Kemudian  dilakukan  pengawasan  dan  evaluasi  yang  ditujukan  pada  kinerja  penyiar atau tim produksi agar dapat diketahui sudah sesuai dengan SOP atau belum.  Dengan  jaminan  teknisinya  telah  memenuhi  kualifikasi,  penyiarnya  juga telah memenuhi SOP, diyakini program tersebut banyak yang mendengarkan. Dalam menyusun strategi programming juga dilakukan conservation of progress  (kelestarian  sumber  daya  program). 

Pelaksanaan  program  dituntut  untuk  kreatif  dalam  menyajikan  materi  program,  hal  ini  berkaitan  dengan  sumber daya manusia yang meliputi produser, penyiar, script writer, koordinator  program  dan  lain-lain.  Perangkat  siar  juga  dibutuhkan  dalam  elemen ini. Materi program menjadi perhatian utama bagi koordinator program,  dengan  membagi  materi  program  menjadi  dua  bagian,  yaitu  daily program  (program  harian)  dan  weekly  program  (program  mingguan),  materi  tersebut dapat digarap dengan matang.

Tiap-tiap  acara  pada  program  siaran  agama  Islam  mempunyai  daya  tarik  yang  tersendiri  (breadth  of  appeal)  dan  berbeda-beda,  yang  sengaja  di  konsep untuk memanjakan dan menghibur pendengar. Namun daya tarik yang berbeda tersebut semuanya memiliki nilai hiburan yang tinggi. Secara  umum  program  siaran  agama  Islam  yang  disiarkan  oleh  RRI  sudah memenuhi teori dari strategi programming, meski masih perlu pembenahan lagi dalam perencanaan program siaran agama Islam dan pemilihan acara agar program acara yang disajikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pendengar.

Namun demikian RRI sudah berusaha memenuhi kebutuhan pendengar memperoleh informasi, hiburan, dan khususnya pendidikan  agama  Islam  melalui  program-program  yang  disajikan,  walaupun  masih perlu pembenahan lagi. Terutama dan terkhusus dalam acara Religi Pagi yang menjadi judul makalah ini.

 

3.2  Saran

1.     Harus  diadakan  penelitian  khusus  mengenai  program  baik  secara  mandiri  maupun  dengan  bantuan  lembaga  riset,  sehingga  dapat  diketahui  seperti  apa karakteristik, kesukaan pendengar dan juga diminati serta disukai maupun tidak disukai pendengar. Penelitian yang selama ini dilakukan masih terlalu luas, sehingga masih dirasakan kurang manfaatnya bagi program itu sendiri.

2.     Diperlukan perencanaan yang matang dan sistematis dalam suatu program acara, sehingga faktor-faktor tidak terduga dapat diminimalisir.

3.     Evaluasi dan pengawasan program sebaiknya dilakukan secara lebih intensif  dan  periodik,  agar  kesalahan  atau  penyimpangan  dapat  segera  diatasi.

4.     Untuk  program  yang  disiarkan  secara  live,  memerlukan  sumber  daya  manusia yang berkualitas. Pemilihan masing-masing anggota tim produksi harus dipertimbangkan dengan benar, berdasarkan kemampuan,  kemauan,  kerja  keras,  serta  loyalitasnya,  sehingga  tidak  terjadi  bongkar  pasang  tim  produksi yang akan berpengaruh buruk terhadap proses dan hasil kerja tim produksi itu sendiri.

5.     Betapapun suksesnya suatu program, pasti menemui berbagai kendala dan hambatan, oleh karena itu bagaimanapun caranya radio siaran dapat meminimalisir dan mengatasi berbagai macam kendala dan hambatan yang terjadi, serta menutupnya dari berbagai kelebihan dan keunggulan program-program yang ditawarkan kepada pendengar.

6.     Strategi programming mempunyai arti penting dalam menentukan kesuksesan  dan  kelangsungan  hidup  suatu  radio  siaran.  Oleh  karena  itu  radio  siaran  harus  berupaya  semaksimal  mungkin  untuk  merencanakan, membuat dan melaksanakan strategi programming yang benar-benar tepat.


KATA PENUTUP

 

Sebagai  kata  penutup,  tidak  ada  kata  yang  pantas  penulis  ucapkan,  selain ucapan syukur alhamdulillah, karena atas karunia, rahmat dan hidayahNya,  akhirnya  makalah ini  dapat  terselesaikan. 

Namun  dalam  penyusunan  makalah  ini  masih  terdapat  banyak  kekurangan  dan  kelemahan, untuk itu kritik dan saran yang  membangun  sangat  diharapkan  demi  sempurnanya  makalah  ini,  walaupun tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanya milik Allah.

Dengan  selesainya  penulisan  makalah  ini  diharapkan  dapat  memberikan  kontribusi yang positif bagi perkembangan program di Radio Republik Indonesia  juga  untuk  kemajuan  keilmuan khususnya acara Religi pagi. 

Akhirnya  kepada  Allah  jualah  kita  berserah  diri  dengan  memohon  pertolongan  dan  petunjukNya  agar  makalah ini  dapat  bermanfaat  bagi  para  pembaca  umumnya  dan  bagi  Programa 1 LPP RRI Medan khususnya.

 

 

Medan, 12 Desember 2022

 

      Asyifah Nur Istyanti, S.Ag.

 

Comments